Guru Tamu Digital Marketing Hadirkan Wawasan AI dan Prompt Engineering bagi Siswa SMK Al Kaaffah

Kepanjen, 3 September 2026 — Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) terus mengubah cara manusia membuat, memasarkan, dan mengembangkan sebuah produk. Melihat perubahan tersebut, SMK Al Kaaffah Kepanjen terus berupaya memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan industri kepada para siswanya.
Salah satunya melalui kegiatan Guru Tamu Digital Marketing yang menghadirkan praktisi langsung dari dunia digital untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada siswa kelas X dan XI.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi dan wawasan dari Bapak Endrita Agung Wicaksono, seorang praktisi digital yang aktif di Malang. Kehadiran beliau menjadi kesempatan bagi siswa untuk melihat digital marketing tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari perspektif orang yang berkecimpung langsung di dunia digital.
Kegiatan ini turut difasilitasi oleh Bapak Selamet Hariadi, S.Kom, guru SMK Al Kaaffah yang mengampu pembelajaran Digital Marketing. Selain menjalankan tugasnya sebagai pendidik, Bapak Selamet juga aktif sebagai praktisi digital marketing, memiliki jejaring komunitas penggiat media sosial, serta menjalankan aktivitas profesional melalui Whitecret.id Malang.
Mengenal Prompt Engineering untuk Produksi Konten Digital
Salah satu materi yang menarik perhatian siswa adalah pengenalan prompt engineering, khususnya bagaimana menyusun instruksi yang tepat untuk menghasilkan output visual menggunakan berbagai AI generator.
Siswa diperkenalkan pada bagaimana sebuah prompt dapat digunakan untuk menghasilkan gambar maupun video berbasis AI, termasuk mengeksplorasi berbagai tools generatif yang saat ini berkembang di industri kreatif digital.
Pembelajaran menjadi semakin menarik ketika Bapak Endrita memperlihatkan tools prompt yang beliau kembangkan sendiri.
Tools tersebut memungkinkan prompt untuk dipersonalisasi sesuai kebutuhan sehingga proses menghasilkan output digital dapat dilakukan dengan lebih terarah dan praktis.
Bagi siswa SMK, pengalaman semacam ini memberikan perspektif baru bahwa perkembangan AI tidak hanya perlu dipahami sebagai pengguna teknologi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk menghasilkan karya dan produk digital.
Dari Belajar AI hingga Menciptakan Produk
Materi yang diberikan juga membuka pemahaman siswa bahwa kemampuan digital memiliki potensi yang luas.
Dengan menguasai dasar digital marketing, desain, produksi konten, serta pemanfaatan AI, siswa dapat mulai mengeksplorasi berbagai bentuk produk digital maupun aset digital yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemasaran.
Misalnya untuk membuat materi promosi, visual produk, konten media sosial, video pemasaran, hingga berbagai kebutuhan komunikasi digital lainnya.
Hal inilah yang membuat kegiatan guru tamu menjadi berbeda dari pembelajaran di kelas pada umumnya. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang apa yang harus dipelajari, tetapi juga melihat bagaimana pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai.
Menghubungkan Sekolah dengan Praktisi Digital
Bagi SMK Al Kaaffah, kehadiran praktisi dalam pembelajaran merupakan bagian dari upaya mendekatkan siswa dengan perkembangan dunia kerja dan industri.
Dunia digital berkembang sangat cepat. Apa yang menjadi keterampilan unggulan beberapa tahun lalu dapat berubah dalam waktu relatif singkat. Karena itu, siswa perlu dibiasakan untuk terus belajar, beradaptasi, bereksperimen, dan memahami teknologi baru.
Kehadiran praktisi seperti Bapak Endrita juga memberikan pengalaman bahwa dunia kerja tidak selalu berlangsung dalam ruang kantor konvensional. Ekosistem digital membuka berbagai kemungkinan baru bagi generasi muda untuk berkarya, membangun portofolio, menawarkan jasa, maupun mengembangkan produk mereka sendiri.
Para siswa pun menyambut kegiatan tersebut dengan antusias. Bagi mereka, mendapatkan wawasan langsung dari praktisi memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperluas pandangan tentang peluang yang dapat diciptakan melalui teknologi.
Pada akhirnya, pendidikan digital di SMK bukan sekadar mengajarkan siswa cara menggunakan teknologi.
Lebih jauh dari itu, siswa perlu belajar bagaimana menggunakan teknologi untuk menciptakan sesuatu yang bernilai.
Dan ketika kemampuan manusia dipadukan dengan teknologi AI secara tepat, ruang untuk berkarya menjadi semakin luas.
Kontributor : Fandy
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



