Dari Riset UMKM ke Desain: Balqis Belajar Membuat Mockup untuk Bisnis Nyata

Kepanjen — Pembelajaran di SMK Al Kaaffah terus diarahkan agar siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi yang dekat dengan kehidupan dan dunia kerja. Salah satunya terlihat dalam tugas yang dikerjakan oleh Balqis, siswi kelas XI TKJ SMK Al Kaaffah, dalam pembelajaran bersama Ibu Rubika Nastiti.
Dalam tugas tersebut, Balqis mendapatkan tantangan untuk membuat mockup desain bagi sebuah UMKM pisang goreng yang berada di sekitar lingkungan sekolah. Sebelum mulai mendesain, Balqis terlebih dahulu melakukan riset terhadap usaha tersebut untuk memahami karakteristik produk dan kebutuhan visual yang dapat mendukung kegiatan usahanya.
Tidak Langsung Mendesain, Siswa Diajak Melakukan Riset
Menariknya, proses pembelajaran tidak dimulai dari membuka aplikasi desain dan langsung membuat gambar. Balqis terlebih dahulu diminta melakukan research terhadap UMKM yang menjadi objek tugas.
Tahapan ini menjadi bagian penting karena seorang desainer tidak cukup hanya memiliki kemampuan membuat visual yang menarik. Ia juga perlu memahami siapa yang menjadi target pengguna, apa produk yang ditawarkan, bagaimana karakter bisnisnya, serta pesan apa yang ingin disampaikan melalui sebuah desain.
Dengan pendekatan tersebut, siswa mulai belajar bahwa desain bukan sekadar persoalan "bagus atau tidak bagus", tetapi juga mengenai bagaimana sebuah visual dapat menjawab kebutuhan tertentu.
Setelah memperoleh informasi dari hasil riset, Balqis kemudian menuangkannya ke dalam sebuah mockup desain sebagai bentuk visualisasi dari ide yang telah ia susun.
Belajar Menjelaskan Ide, Bukan Sekadar Membuat Desain
Tahap berikutnya menjadi bagian yang tidak kalah penting. Setelah mockup selesai, Balqis diwajibkan untuk mempresentasikan hasil desainnya di hadapan guru dan rekan-rekannya.
Melalui presentasi tersebut, siswa belajar menjelaskan proses berpikir di balik desain yang dibuat. Mulai dari hasil riset, alasan memilih konsep tertentu, hingga bagaimana desain tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan UMKM yang menjadi objek tugas.
Bagi siswa SMK, pengalaman seperti ini sangat penting karena di dunia kerja seorang desainer, digital marketer, maupun pekerja kreatif tidak hanya dituntut menghasilkan karya.
Mereka juga harus mampu mengkomunikasikan ide, menerima masukan, mempertanggungjawabkan keputusan, dan menjelaskan hasil pekerjaannya kepada orang lain.
Menghubungkan Pembelajaran dengan Dunia Nyata
Apa yang dilakukan Balqis menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran di SMK dapat dibuat lebih kontekstual.
Sebuah usaha sederhana di sekitar sekolah dapat menjadi objek pembelajaran yang memberikan pengalaman cukup lengkap kepada siswa: melakukan riset, mengidentifikasi kebutuhan, menyusun konsep, membuat desain, kemudian mempresentasikan hasilnya.
Model pembelajaran seperti ini juga memberikan ruang bagi siswa untuk melihat bahwa keterampilan yang mereka pelajari di sekolah memiliki kemungkinan untuk diterapkan pada berbagai bidang usaha di sekitarnya.
Bagi siswa TKJ yang juga bersentuhan dengan dunia digital, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal tambahan untuk mengembangkan kompetensi di bidang desain digital, digital marketing, pembuatan konten, maupun pengembangan identitas visual sebuah usaha.
Pada akhirnya, tugas sederhana seperti membuat mockup untuk UMKM pisang goreng dapat menjadi latihan kecil untuk menghadapi persoalan yang jauh lebih besar di dunia kerja: bagaimana memahami kebutuhan orang lain dan mengubahnya menjadi sebuah solusi yang bisa digunakan.
Kontributor : Fandy
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



