Alumni SMK Al Kaaffah Berbagi Cerita Kuliah di Universitas Brawijaya, dari Rasa Tertinggal hingga Menemukan Kembali Makna Pendidikan

Kepanjen, 16 September 2026 — Kunjungan alumni ke sekolah sering kali menjadi kesempatan untuk kembali berbagi cerita, pengalaman, sekaligus refleksi tentang perjalanan setelah menyelesaikan pendidikan di SMK. Hal tersebut terjadi saat Yuanoca, alumni SMK Al Kaaffah angkatan 2025, berkunjung dan bersilaturahmi dengan pihak sekolah pada Rabu, 16 September 2026.
Yuanoca saat ini sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur prestasi. Ia tercatat sebagai mahasiswa di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer dan saat ini telah memasuki semester ketiga.
Dalam kesempatan tersebut, Yuan banyak bercerita mengenai pengalaman yang ia jalani selama menjadi mahasiswa. Mulai dari proses beradaptasi dengan lingkungan perkuliahan, pengalaman belajar, hingga berbagai dinamika yang ternyata tidak selalu mudah untuk dijalani.
Ketika Melihat Teman Sebaya Sudah Mulai Bekerja
Salah satu cerita yang cukup menarik dari perbincangan tersebut adalah pengalaman Yuan ketika sempat merasa berada dalam posisi yang berbeda dengan teman-teman seangkatannya.
Setelah lulus dari SMK, sebagian teman sebayanya mulai memasuki dunia kerja dan mendapatkan penghasilan sendiri. Sementara Yuan memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Perbedaan kondisi tersebut ternyata sempat membuatnya merasa down.
Melihat teman-teman yang sudah bekerja dan memiliki penghasilan membuat Yuan sempat mempertanyakan kembali keputusan yang diambilnya. Bahkan, dalam perjalanan kuliahnya, ia pernah berada pada titik ingin berhenti kuliah atau drop out.
Cerita tersebut menjadi gambaran bahwa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi juga memiliki tantangan tersendiri. Pilihan untuk kuliah tidak selalu berjalan dengan mudah, terutama ketika seseorang mulai membandingkan perjalanan hidupnya dengan orang-orang di sekitarnya.

Kembali Mengingat Alasan untuk Kuliah
Namun, keinginan tersebut akhirnya tidak dilanjutkan.
Yuan kemudian kembali mempertimbangkan alasan mengapa sejak awal ia memilih untuk melanjutkan pendidikan. Ia menyadari bahwa kuliah bukan sekadar tentang mendapatkan ijazah, tetapi juga tentang proses membangun pengetahuan, pola pikir, pengalaman, serta kualitas diri.
Menurut pemikirannya, apa yang diperoleh selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi nantinya dapat menjadi nilai pembeda ketika memasuki dunia profesional.
Pemikiran tersebut membuat Yuan kembali melanjutkan perkuliahannya.
Baginya, penghasilan dan pengalaman kerja memang menjadi sesuatu yang penting. Namun, pendidikan juga memiliki nilai tersendiri karena memberikan kesempatan untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan berpikir, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
Pada akhirnya, setiap orang memiliki perjalanan masing-masing. Ada yang memilih langsung bekerja setelah lulus, ada yang melanjutkan kuliah, dan ada pula yang menjalani keduanya dalam tahapan yang berbeda.
Mendapatkan Insight dari Guru SMK Al Kaaffah
Dalam kunjungannya kali ini, Yuan tidak hanya berbincang dengan pihak Humas SMK Al Kaaffah. Ia juga berdiskusi dengan beberapa guru yang memiliki pengalaman akademik maupun profesional.
Yuan mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan Bapak Arif Mafatia Karim, S.Pd., Gr., M.Tr.T., yang saat ini menjabat sebagai Waka Kurikulum SMK Al Kaaffah.
Selain itu, Yuan juga berbincang dengan Bapak Muhamad Husin, S.T., M.T., guru Otomotif SMK Al Kaaffah yang juga memiliki pengalaman sebagai dosen di IKIP Budi Utomo.
Percakapan tersebut menjadi ruang bertukar pengalaman antara alumni dan para pendidik. Yuan mendapatkan berbagai insight mengenai perjalanan pendidikan, pengembangan diri, serta bagaimana seorang anak muda dapat mempersiapkan masa depannya dengan terus meningkatkan kapasitas diri.
Setiap Pilihan Memiliki Prosesnya Masing-Masing
Cerita Yuanoca mungkin menjadi salah satu refleksi menarik bagi siswa SMK Al Kaaffah yang saat ini juga sedang memikirkan masa depan.
Setelah lulus nanti, mereka akan berhadapan dengan berbagai pilihan. Melanjutkan pendidikan, bekerja, membangun usaha, atau mengombinasikan beberapa pilihan tersebut.
Tidak ada satu perjalanan yang harus sama bagi setiap orang.
Yang menjadi penting adalah bagaimana setiap pilihan dijalani dengan kesadaran, kemauan untuk belajar, dan kesiapan untuk terus berkembang.
Perjalanan Yuan sendiri menunjukkan bahwa keputusan untuk melanjutkan pendidikan tidak selalu bebas dari keraguan. Ada masa ketika seseorang merasa tertinggal karena membandingkan dirinya dengan orang lain.
Namun, perjalanan juga dapat memberikan perspektif baru.
Bagi Yuan, kuliah akhirnya bukan lagi sekadar tentang siapa yang lebih cepat mendapatkan penghasilan, tetapi tentang apa yang sedang ia bangun untuk dirinya sendiri dalam jangka panjang.
Dan mungkin, inilah salah satu nilai penting dari pendidikan: bukan hanya mempersiapkan seseorang untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memberikan ruang untuk terus tumbuh, berpikir, dan meningkatkan kualitas dirinya.
Kontributor : Fandy
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!



