“UMKM Branding Collaboration” ,Kolaborasi Siswa XI TJKT SMK Al Kaaffah dalam Pengembangan Identitas Visual UMKM

Kepanjen, 11 Agustus 2026 — Pembelajaran di SMK Al Kaaffah Kepanjen tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Siswa juga diberikan kesempatan untuk belajar secara langsung melalui interaksi dengan pelaku usaha di lingkungan sekitar sekolah.
Salah satunya dilakukan oleh siswa Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) yang didampingi oleh guru, Bu Rubika, dengan mengunjungi salah satu pelaku UMKM di sekitar sekolah yang bergerak di bidang kuliner, khususnya produk pisang goreng kekinian.
Kunjungan tersebut bukan sekadar kegiatan berkunjung. Siswa diajak melakukan observasi dan wawancara langsung dengan pemilik usaha untuk memahami kondisi bisnis sekaligus menggali kebutuhan pemilik UMKM dalam mengembangkan pemasaran produknya.
Belajar dari Kebutuhan Bisnis yang Nyata
Dalam kegiatan tersebut, siswa berdiskusi dengan pemilik usaha mengenai produk yang dijual, karakteristik konsumen, kebutuhan promosi, hingga bagaimana tampilan produk dapat dibuat lebih menarik dan memiliki identitas yang kuat.
Informasi yang diperoleh dari hasil wawancara tersebut kemudian menjadi bahan bagi siswa untuk memikirkan solusi desain yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Siswa tidak langsung membuat desain berdasarkan asumsi mereka sendiri. Mereka terlebih dahulu belajar memahami masalah dan kebutuhan dari sudut pandang pemilik usaha.
Dari proses tersebut, siswa diarahkan untuk mengembangkan berbagai kemungkinan solusi, seperti desain produk, branding, identitas visual, materi promosi, hingga mockup yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pemasaran UMKM tersebut.
Dari Kelas ke Dunia Usaha
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh bagaimana pembelajaran di SMK Al Kaaffah diarahkan agar siswa memiliki pengalaman menghadapi kebutuhan dunia nyata.
Bagi siswa TKJ, kemampuan teknologi tidak hanya berkaitan dengan perangkat komputer dan jaringan. Di era digital, keterampilan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pelaku usaha membangun identitas produk dan melakukan pemasaran secara lebih efektif.
Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar menggabungkan kemampuan teknis dengan komunikasi, kreativitas, analisis kebutuhan, problem solving, dan pemahaman dasar dunia usaha.
Mereka belajar bahwa sebuah desain yang bagus bukan hanya tentang tampilan yang menarik, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan pemilik usaha dan membantu produk lebih mudah dikenali oleh konsumen.
Membiasakan Siswa Menjadi Problem Solver
Pendekatan pembelajaran seperti ini diharapkan dapat membentuk siswa yang tidak hanya menunggu instruksi, tetapi mampu melihat permasalahan di lingkungan sekitar dan mencari solusi yang dapat diterapkan.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan pelaku UMKM juga memberikan gambaran kepada siswa bahwa kompetensi yang mereka pelajari di sekolah dapat memiliki nilai ekonomi dan dapat digunakan untuk membantu usaha orang lain.
Belajar bukan hanya tentang membuat sesuatu. Belajar adalah tentang memahami masalah, menemukan solusi, dan menciptakan sesuatu yang memiliki manfaat.
Melalui pengalaman nyata bersama UMKM, siswa TKJ SMK Al Kaaffah belajar bahwa keterampilan digital dapat menjadi bekal untuk bekerja, membantu orang lain, bahkan membuka peluang usaha secara mandiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


