Dari Berlatih di Depan Siswa SMP hingga Menjadi Public Speaker di Bangku Kuliah

Setiap kemampuan besar biasanya dimulai dari kesempatan kecil untuk mencoba.
Hal tersebut tercermin dari perjalanan salah satu alumni SMK Al Kaaffah Kepanjen, Meisa yang kini melanjutkan pendidikan di Universitas Airlangga (UNAIR).
Saat masih menjadi siswa SMK Al Kaaffah, Meisa mendapatkan kesempatan untuk tidak hanya mempelajari materi tentang public speaking, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung. Salah satunya melalui kegiatan berbagi dan menyampaikan materi kepada siswa SMP.
Bagi seorang siswa SMK, berdiri di depan banyak orang dan menyampaikan materi tentu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Dari sana, Meisa belajar bagaimana berkomunikasi dengan audiens, menyampaikan gagasan, mengatur rasa percaya diri, serta membangun interaksi dengan peserta.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses panjang dalam mengembangkan kemampuan komunikasinya.
Kini, beberapa tahun setelah masa sekolahnya berakhir, kemampuan tersebut terus berkembang. Meisa yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa UNAIR telah kembali berada di depan peserta didik, kali ini bukan lagi sebagai siswa SMK yang sedang belajar berbicara di depan umum, tetapi sebagai pemateri yang berbagi pengalaman kepada siswa SMA.
Perjalanan tersebut menjadi gambaran bahwa keterampilan yang dilatih sejak bangku sekolah dapat menjadi bekal yang terus digunakan di jenjang pendidikan dan kehidupan berikutnya.
Apa yang dahulu menjadi latihan, kini menjadi kemampuan.
Apa yang dahulu membuat deg-degan, kini menjadi bagian dari aktivitasnya.
Bagi SMK Al Kaaffah Kepanjen, perjalanan alumni seperti Meisa menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari di dalam kelas, tetapi juga tentang seberapa banyak siswa mendapatkan kesempatan untuk mencoba, mengalami, dan berkembang.
Public speaking, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan berbagai keterampilan lainnya membutuhkan ruang untuk dipraktikkan. Karena itu, memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil, berbicara, mempresentasikan ide, dan berinteraksi dengan masyarakat merupakan bagian penting dari proses pembelajaran.
Perjalanan Meisa juga menunjukkan bahwa proses tersebut tidak selalu memberikan hasil secara instan. Namun, pengalaman yang dikumpulkan sedikit demi sedikit dapat menjadi bekal yang sangat berharga di masa depan.
Dulu belajar berbicara di depan siswa SMP. Sekarang berdiri sebagai mahasiswa dan pemateri di depan siswa SMA.
Karena terkadang, kemampuan yang kita latih hari ini baru terasa manfaatnya beberapa tahun kemudian.
Terus melangkah, terus belajar, dan terus berani mencoba.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


